Jumat, 20 April 2018

Prosa Abadi: Lilin-lilin Kecil

Lilin-lilin kecil

Cahayamu memancar membelah gelapnya malam ini
Bukan hanya satu, sekian puluh ada disitu
Sarat warna, tapi satu ukuran
dan bukan warnamu yang memancarkan cahayamu
Tetapi dirimu seutuhnya
Beberapa hari ini kalian cemerlang bercahaya
mengiring detak bathin yang sedang memanjatkan doa
Ada yang khusuk tangan terkatup
Ada yang terbuka mata menatap ke depan
Yang kau sinari, arca itu teguh berdiri
diam, seperti tak bermakna
Tetapi penampilannya memberi suatu tanda besar
Tangan terbuka dan hati yang mencinta
Datang, datanglah kepadaKu pandanglah hatiKu...
Katakan keluh kesahmu, cintailah Aku...



Lilin-lilin kecil sudah beberapa hari ini engkau bercahaya
entah berapa lama engkau akan habis
Pemberian dirimu yang tulus mewakili sebuah pernyataan jiwa
untuk melakukan apa yang sama denganMu
dan itu adalah "pengorbanan"
Yang bukan sia-sia, tetapi karena CINTA

Banyak orang silih berganti penyentuh, memegangmu
menyalakanmu dan berharap dengan cahayamu
doanya terhampar pada yang kuasa
Raja alam semesta, pemberi segala kebaikan
yang menjadi tempat segala doa didengar
dan beban hati diringan.

Lilin-lilin kecil, biarkan cahayamu memancar membelah malam
'tuk menemani hati yang bercita-cita
bathin yang berteriak
Meminta dengan bhakti, agar terdengan oleh Yang Di atas sana, Yang Mahakuasa
Dengan penuh harap, dalam keyakinan imannya yang mantap..
(novena VII, 4 Juni 2002)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar