"
Lebih baik melihat satu kali, daripada mendengar seratus kali", Pepatah Cina kuno ini mewakili pendapat bahwa apa saja yang dilihat lebih mudah diingat, dan memuat orang berbicara banyak dari pada terlalu banyak mendengar"
 |
| Sumber: Google |
Seorang Pelukis Afrika yang bernama
Alemayehu Bizumeh menuangkan dalam kanvas peristiwa Kitab Suci, sebagai
karya seni mulai dari kisah manusia pertama hingga peristiwa penyaliban Yesus, tentu saja dalam nuansa "
Afrikans", ya..Yesus digambarkan sebagai orang Afrika, kulit hitam, rambut keriting, tidak seperti gambaran Yesus yang selalu kita lihat "putih dan berambut panjang". sangat kentara sekali kontekstualisasi Yesus dengan
background Afrika . Lukisan-lukisan yang bernuansa kristiani, juga termasuk di dalamya
karya seni pahat, patung, mozaik, membawa orang pada kekaguman yang luar biasa dengan detail yang
complicated dan itu semua dibuat berabad-abad silam. Selain mengandung nilai seni yang tinggi,
karya seni itu, misalnya lukisan-lukisan pada dinding gereja juga memiliki fungsi lain yaitu katekese, evangelisasi atau pembelajaran iman, memahami siapa Allah, siapa Yesus yang tertuang dalam Kitab Suci melalui karya seni Lukisan. Gereja-gereja di eropa pada abad silam selalu dihiasi dengan mozaik-mozaik atau lukisan bertema
biblis, apalagi pada masa itu Kitab Suci hanya menjadi konsumsi kalangan terbatas, maka menjadi penting hadirnya lukisan-lukisan itu. Dan lukisan tentu dipandang akan lebih banyak berbicara, karena mempunya unsur "terbuka" untuk
hermeneutika, kontemplasi dan lainya. Bahkan tentu saja ada makna teologis di balik setiap lukisan atau
karya seni rohani. Buku yang berjudul
The image of Christ dan
Crist for all people membuktikan hal ini.