![]() |
| Sumber: Artfan Design |
Kalau batik merupakan karya besar bangsa kita, patutlah kita mengetahui arti di balik karya besar yang telah mewarnai fashion dunia sampai saat ini.
Penulis bukanlah orang yang bergelut di bidang "perbatikan" tetapi justru tergerak oleh rasa cinta pada batik Indonesia ini maka timbulah keinginan untuk turut bersama-sama mereka yang telah dengan kerja kerasnya memperkenalkan batik, membuat batik Indonesia semakin populer dengan cara dan strateginya di segala bidang dan menjadi konsumen domestik maupun internasional. Salah satu dari karya nenek moyang yang harus dilestarikan. Batik Indonesia bukan hanya mencuat dari satu sisi saja, sebagai bahan pakaian tapi merambah banyak sisi lain kehidupan manusia, baik sosio-kultural, ekonomi, teknologi hingga hubungan ternasional.
Pada level internasional batik bukan lagi kata asing, Nelson Mandela salah satu pemimpin negara dari Afrika Selatan terlihat sangat gemar mengenakan batik. Gaun-gaun wanita dan pria mancara negara pun sekarang juga sudah terbiasa dengan motif batik.
![]() |
| Sumber: google.com |
Secara etimologi batik berasal dari bahasa Jawa "tik" yang artinya titik atau matik yang maknanya "membuat titik" dan kemudian berkembanglah menjadi "batik".
Sejujurnya penulis sendiri baru "ngeh" bahwa corak gambar atau lukisan pada batik juga memiliki falsafah dan arti yang juga menggambarkan relasi antar manusia. Sangat kebetulan ketika penulis membaca komentar netizen di facebook tentang makna gambar atau corak batik yang dikenakan Anies Baswedan, gubernur DKI terpilih ketika menghadap presiden Indonesia Joko Widodo.
![]() |
| Sumber: Tribunews.com |
Penulis tidak bermaksud untuk memunculkan kembali perbicangan netizen itu. tetapi sekedar menghantar pada pencinta batik bakwa ternyata motif tertentu dalam batik Jawa memiliki makna yang sangat khas.
Penulis menjadi mengerti karena didorong rasa cinta akan batik tadi bahwa pembuatan batik Indonesia juga mempunyai cerita tersendiri. Ketika pada suatu kesempatan berkunjung ke gerai baik di Solo mengantar istri yang memang menjalankan bisnis batik dan memiliki butique khusus batik, yaitu NOVENNE BATIK. Kala itu baru tersadar bagaimana proses pembuatan batik itu, bukan hanya batik tulis yang merupakan masterpiece budaya kita tapi juga cara pembuata batik cap dan printing. apapun acaranya motif batik sangat banyak, apalagi daya kreasi orang indonesia saat ini, tentunya juga pengaruh pasar dan kebutuhan konsumen dan keinginan untuk menegenakan corak atau motif dari ciptaan sendiri.
Terbesit ingatan ketika penulis berada di Papua, sempat juga mendengar orang bercerita tentang dan melihat "batik Papua" mungkin yang dimaksud adalah motif khas Papua yang menjadi corak batik itu. Nah semakin kayalah motif dan corak batik kalau dipadankan dengan suku dan budaya yang ada di indonesia.
Tentunya setiap suku dan budaya di Indonesia juga mempunyai produk khas daerahnya, secara khusus yang berhubungan dengan kain, yang penulis yakin juga punya makna dan akar kultural tersendiri. Kalimantan Selatan dengan saringan, suku Batak dengan ulosnya, dan sekian banyak banyak produk daerah lainnya seperti kain tenun kas Timor, Flores, Toraja, Tanimbar dan lainya. Masing-masing memiliki kekayaan budaya tersendiri. Kain batik sebagai kebutuhan fashion juga sudah mengunakan motif-motif budaya yang kaya itu melalui produksi bati cap, printing dan lainnya.
![]() | ||
| Batik motif Papua, sumber : GongSol.com |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar