Kamis, 12 April 2018

Batik sebagai salah satu "masterpiece" Bangsa Indonesia


Sumber: Artfan Design
Tahun 2008 aura hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai suatu bangsa "agak" terganggu dengan statement negri jiran tersebut bahwa "batik" adalah hasil karya cipta mereka . Kita, indonesia merasakan pernyataan ini sebuah pelanggaran hak cipta bangsa. Setahun sesidahnya UNESCO menyatakan batik sebagai sebuah karya besar manusia, tentunya sebagai hasil karya bangsa kita Indonesia . Tak lama kemudian lahirlah Hari Batik Nasional pada tanggal 2 oktober 2009. Secara sederhana batik dipahami pakaian tradisonal bangsa indonesia yang kaya maknanya baik mengenai arti katanya, sejarahnya dan tentu juga falsafahnya. Maka seharusnya kita bukan hanya merasa bangga bahwa batik Indonesia adalah sebuah  masterpiece, tetapi mencintainya. Mencintai disini berarti kita bukan sekedar pemakai tetapi juga ingin mengenal lebih dalam tentangnya, baik  asal-usulnya, maknanya, coraknya yang berisi kebijaksanaan tersediri juga bagaimana proses pembuatan batik,  dan membuatnya semakin dikenal manca negara.


Kalau batik merupakan karya besar bangsa kita, patutlah kita mengetahui arti di balik  karya besar yang telah mewarnai fashion dunia sampai saat ini.
Penulis bukanlah orang yang bergelut di bidang "perbatikan" tetapi justru tergerak oleh rasa cinta pada batik Indonesia ini maka timbulah keinginan untuk turut bersama-sama mereka yang telah dengan kerja kerasnya memperkenalkan batik, membuat batik Indonesia semakin populer dengan cara dan strateginya di segala bidang dan menjadi konsumen domestik maupun internasional. Salah satu dari karya nenek moyang yang harus dilestarikan. Batik Indonesia bukan hanya mencuat dari satu sisi saja, sebagai bahan pakaian tapi merambah banyak sisi lain kehidupan manusia, baik sosio-kultural, ekonomi, teknologi  hingga hubungan ternasional.

Pada level internasional batik  bukan lagi kata asing, Nelson Mandela salah satu pemimpin negara dari Afrika Selatan terlihat sangat gemar mengenakan batik. Gaun-gaun wanita dan pria mancara negara pun sekarang juga sudah terbiasa dengan motif batik.

Sumber: google.com
Memang tidak salah kalau secara spontan orang menjawab bahwa batik adalah kain bergambar dengan pola-pola tertentu yang "indonesia banget". Tetapi sebenarnya batik Indonesia adalah sebuah kaya besar, karya budaya dan menjadi warisan budaya lisan dan nonbendawi yang kita miliki.
Secara etimologi batik berasal dari bahasa Jawa "tik" yang artinya titik atau matik yang maknanya "membuat titik" dan kemudian berkembanglah  menjadi "batik".
Sejujurnya penulis sendiri baru "ngeh" bahwa corak gambar atau lukisan pada batik juga memiliki falsafah dan arti yang juga menggambarkan relasi antar manusia. Sangat kebetulan ketika penulis membaca komentar netizen di facebook tentang makna gambar atau corak  batik yang dikenakan Anies Baswedan, gubernur DKI terpilih ketika menghadap presiden Indonesia Joko Widodo.

Sumber: Tribunews.com
 Kala itu orang nomor satu DKI itu datang mengenakan kemeja batik dengan motif Parang Barong, yang dalam adat Jawa adalah tabu dikenakan seseorang ketika akan  bertemu dengan orang yang lebih tinggi derajad kekuasaannya. Tetapi ada hal yang "meringankan beban moral Anies" karena dia bukan orang jawa, mungkin saat itu tidak ada nuansa politis tertentu, mungkin sebuah kebetulan yang biasam, dan motif inipun sudah biasa dipakai berbagai kalangan. Motif parang barong dalam kultur batik orang Jawa kala itu hanya boleh dikenakan oleh seorang raja. Sekarang  privilege seperti itu sudah tidak berlaku dengan berkembangnya dunia fashion dan menjadi pilihan bebas semua orang, walaupun makna nya tentu tidak akan hilang. Pada saat Jokowi, orang nomor satu indonesia saat itu yang de facto adalah javanicus soloensis, yang pasti paham tentang motif batik mengimbanginya dengan mengenakan batik corak gunungan dengan nuansa coklat, yang dalam budaya Jawa ketika nanggap wayang dipakai  sebelum pementasan untuk menangkal bala. Dan lagi pula Solo terkenal sebagai produsen batik hingga ke manca negara.

Penulis tidak bermaksud untuk memunculkan kembali perbicangan netizen itu. tetapi sekedar menghantar pada pencinta batik bakwa ternyata motif tertentu dalam batik Jawa memiliki makna yang sangat khas.
Penulis menjadi mengerti karena didorong rasa cinta akan batik tadi bahwa pembuatan batik Indonesia juga mempunyai cerita tersendiri. Ketika pada suatu kesempatan berkunjung ke gerai baik di Solo mengantar istri yang memang menjalankan bisnis batik dan memiliki butique khusus batik, yaitu NOVENNE BATIK. Kala itu baru tersadar bagaimana proses pembuatan  batik itu, bukan hanya batik tulis yang merupakan masterpiece budaya kita tapi juga cara pembuata batik cap dan printing. apapun acaranya motif batik sangat banyak, apalagi daya kreasi orang indonesia saat ini, tentunya juga pengaruh pasar dan kebutuhan konsumen dan keinginan untuk menegenakan corak atau motif dari ciptaan sendiri.

Lucunya sebelum berkunjung ke tempat produksi batik tulis, dalam pikiran penulisa, membatik seperti yang biasa diperagakan di Mirota Batik Malioboro, D.I.Yogjakarta dengan mengunakan alat canting dan  malam (bahan untuk membuat batik tulis) itu, yang nampaknya sangat rumit, apalagi dengan pola dan motif yang ribet adalah hasil final. Ternyata peragaan itu hanyalah salah satu proses dari sekian banyak proses sehingga terlihat kain batik yang biasa kita kenakan.

Terbesit ingatan ketika penulis berada di Papua, sempat juga mendengar orang bercerita tentang dan melihat "batik Papua" mungkin yang dimaksud adalah motif khas Papua yang menjadi corak batik itu. Nah semakin kayalah motif dan corak batik kalau dipadankan dengan suku dan budaya yang ada di indonesia.
Tentunya setiap suku dan budaya di Indonesia juga mempunyai produk khas daerahnya, secara khusus yang berhubungan dengan kain, yang penulis yakin juga punya makna dan akar kultural tersendiri. Kalimantan Selatan dengan saringan, suku Batak dengan ulosnya, dan sekian banyak banyak produk daerah lainnya seperti kain tenun kas Timor, Flores, Toraja, Tanimbar dan lainya. Masing-masing memiliki kekayaan budaya tersendiri. Kain batik sebagai kebutuhan fashion  juga  sudah mengunakan motif-motif budaya yang kaya itu melalui produksi bati cap, printing dan lainnya.

Batik motif Papua, sumber : GongSol.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar